Bermula dari postingan Mas Cosaaranda tentang
Internet Unlimited murah dari Ceria, maka kita akan coba sedikit mengulas tentang tentang produk internetnya. Penjualan handsetnya Rp. 600.000 yaitu untuk pembelian paket telepon rumah CDMA (
Huawei ETS2058) + kabel USB + driver + kartu perdana+voucher isi ulang senilai 100 ribu. Ada 3 pilihan paket yaitu paket 30 jam (dengan voucher 30.000) dan paket 60 jam (dengan nilai voucher 60.000) sedangkan untuk paket unlimited Anda hanya perlu mengisi dengan voucher Rp. 100.000. Untuk voucher ceria saat ini hanya tersedia dalam bentuk voucher fisik. Masih boleh dikategorikan "Murah". Yang cukup disayangkan publisitas mengenai pihak Sampoerna Telekom Indonesia tidak ada sama sekali di dunia maya. Apakah mereka tetap memakai falsafah offline marketing seperti memasarkan produk rokok mereka yang berbendera Sampoerna ? Hanya pihak manajemen yang bersangkutan yang bisa menjawab masalah ini.
Untuk hasil testnya silahkan melihat
cosaaranda.com, namun Anda harus bersabar dulu menunggu giliran karena layanan internet ini sementara baru tersedia untuk Kota Surabaya.
Berikut sekilas perjalanan Sampoerna Telekom Indonesia dari beberapa media di Indonesia :
Kamis, 24/08/2006 19:31 WIB
2007, Sampoerna Ingin Pasarkan 'Ceria' di Seluruh Indonesia
Annisa M. Zakir - detikinet
Ilustrasi Jakarta - PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) punya target yang tak main-main dalam memasarkan layanan telepon tetap nirkabelnya, Ceria. Sampai akhir 2007, STI menargetkan Ceria hadir di seluruh Indonesia.
Wah wah..
Teddy D.S. Putra, Manager Institutional Ceria, mengungkap hal tersebut pada acara Seminar CDMA Exhibition 2006, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (24/8/2006). "Target akhir tahun 2007 adalah, Ceria bisa hadir di seluruh Indonesia," ujar Teddy mantap.
Sampai saat ini, Ceria yang beroperasi pada frekuensi 450 MHz tersebut baru hadir di pelosok Lampung, Bali dan Lombok. Produk ini membidik masyarakat menengah ke bawah, yang selama ini belum terjamah layanan telekomunikasi.
"Kami bermain dari ujung dulu, ke tempat dimana pelosok yang tidak terjamah oleh infrastruktur kabel," jelasnya.
Menurut Teddy, daerah selanjutnya yang akan segera dapat menikmati layanan Ceria adalah kawasan Sumatera Selatan, Jambi, Riau dan Pekanbaru.
Dijelaskan Teddy, daerah pinggiran atau
rural area justru dipilihnya untuk memudahkan berkembang. "Kalau awalnya bermain di kota besar seperti Jakarta, untuk pemain baru seperti kita mungkin bisa
keinjek-injek," kilahnya kepada
detikINET, seusai acara.
Uang Bukan MasalahTarget penyebaran ke seluruh Indonesia pada tahun 2007, menurut Teddy memang tidak mudah untuk dicapai mengingat biaya yang sangat besar, serta faktor perijinan dan birokrasi yang cukup rumit.
Meski begitu, Teddy menekankan bahwa faktor dana tidak menjadi hambatan utama untuk mewujudkan targetnya.
"Di luar perijinan dan birokrasi, kalau bicara masalah dana harusnya tidak masalah bagi kami. Yang pasti kami akan berusaha mencapai target tersebut," tegasnya.
Dari situs
telkominfo.com
Bisnis. PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) telah mengajukan lisensi akses nirkabel tetap (fixed wireless access/FWA) kepada Ditjen Postel menggunakan teknologi CDMA 450. Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar membenarkan pengajuan lisensi FWA oleh Sampoerna tersebut dengan menggunakan teknologi dan frekuensi yang mereka miliki sebelumnya. “Pemerintah telah menerima pengajuan lisensi FWA dari STI, namun setelah bertemu dengan jajaran Ditjen Postel dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia [BRTI], mereka masih akan mengkaji kembali mengenai pengajuan tersebut,” ujarnya.
STI sebelumnya dikenal dengan nama Mandara Telepon Seluler, operator seluler berteknologi CDMA dan beroperasi pada pita frekuensi 450 MHz. Mandara adalah bentuk baru dari Mobisel, operator seluler berbasis teknologi NMT (Nordic mobile telephone). STI yang memiliki merek dagang Ceria dan Neon tersebut telah memperluas layanannya hingga ke Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Palembang, Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau, Jawa Timur dan Jawa Tengah hingga akhir tahun lalu. Pada saat yang sama Sampoerna juga telah memberikan layanan telekomunikasi di wilayah Jambi (Bangko dan Muarabungo) dan Provinsi Riau (Pekanbaru, Dumai, Rengat dan Tembilahan). Sebelumnya operator tersebut telah menjangkau Provinsi Lampung, Bali, dan Lombok. Sementara awal Oktober akan segera menjangkau Provinsi Sumatra Selatan, Jambi, Riau dan disusul kemudian Provinsi Jawa Timur dan Jateng. Hingga pertengahan tahun lalu, jumlah pelanggan STI telah mencapai 39.000 sambungan Ceria CDMA (digital) dan masih ada sekitar 3.000 Neon NMT (analog) yang tersebar di daerah pedesaan.
STI menyatakan bahwa Telkom telah mempermudah ketersambungan telekomunikasi STI di semua cakupan layanannya. GM Intercarrier STI Soewito mengatakan pihaknya telah menerima pembukaan interkoneksi dari Telkom sehingga dapat segera melakukan ekspansi jaringan di Jabar, Jatim, Yogyakarta, Bali, Lombok, Lampung, Riau, Jambi dan Sumsel. “Kemudahan interkoneksi tersebut membuat Sampoerna menargetkan bisa meraih 750.000 pelanggan seluler baru tahun ini dari sebelumnya yang hanya sekitar 110.000 tahun lalu,” ujarnya. Soewito juga mengungkapkan seluruh operator telah menjalankan kerja sama interkoneksi secara baik dan tidak ada kendala yang berarti sejak 1 Januari.
’Ceria’ Targetkan 100 Ribu Pelanggan | |
| |
Kamis, 24 Mei 2007 |
PEKAMNBARU—Pada tahun 2007 ini, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Sampoerna Telkom) yang produknya diberi nama ‘Ceria’ menargetkan sebanyak 100 ribu pelanggan khusus di Provinsi Riau. Target ini dinilai tidak terlalu muluk karena pangsa pasar telekomunikasi Indonesia masih sangat menjanjikan, terutama untuk daerah yang selama ini belum terlayani oleh operator telekomunikasi yang ada. Hal ini diungkapkan Head of Regional Sales Manager PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI), Hamid Perwira dalam acara konferensi pers dan launching (peluncuran produk) layanan baru platform teknologi CDMA 2000 1x ‘Ceria’, Selasa (22/5) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Menurut Hamid, Sampoerna Telkom merupakan salah satu dari 11 perusahaan telekomunikasi yang saat ini telah beroperasi di Indonesia dan merupakan satu-satunya operator yang memiliki lisensi nasional untuk menyelenggarakan layanan telekomunikasi seluler di frekuensi 450 MHz. Dengan memadukan spektrum frekuensi 450 MHz dan teknologi CDMA 2000 1x, Sampoerna Telkom memiliki berbagai keunggulan, terutama dalam hal jangkauan (coverage) dan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi (kapasitas). Sehingga mampu menyediakan akses telekomunikasi dengan biaya yang hemat sampai ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjangkau atau tidak terlayani dengan baik. Lebih lanjut dikatakan Hamid, Ceria memiliki jangkauan sinyal hingga kurang lebih 50 kilometer dengan kapasitas suara lebih besar dan transfer data yang lebih cepat. ‘’Nilai tambah Ceria antara lain, harga terjangkau yang meliputi perangkat pesawat telepon dan tarif penggunaan yang bersaing, jujur (real time). sederhana, handal, memahami yang penting bagi konsumen dan fitur-fitur yang canggih (jangka panjang),’’ ungkapnya. Adapun segmen yang dibidik layanan seluler Sampoerna Telkom adalah masyarakat menengah ke bawah, terutama yang berada di daerah pedesaan atau pemukiman-pemukiman baru. Selain itu, Ceria juga menawarkan layanan berkualitas tinggi kepada para pengguna layanan telekomunikasi yang saat ini belum terlayani dengan baik. Ceria akan menjadi sahabat setiap insan dan keluarga Indonesia yang membawa kegembiraan dan kebahagiaan kapan pun dan di mana pun. Sampai saat ini, Ceria yang mempunyai slogan ‘kini giliranmu’ telah diluncurkan di Provinsi Lampung, Bali, Lombok, Sumsel, Jambi, Riau dan Jawa Timur. Dan pada 2007 ini, layanan Ceria akan diperluas jaringannya hingga mencakup seluruh Sumatera dan Jawa. Khusus di Riau, Ceria telah hadir hampir di seluruh kabupaten/kota dan bagi daerah yang belum, Ceria akan segera hadir dan melayani kebutuhan komunikasi seluruh masyarakat di Provinsi Riau.( Dumai Pos) |
Bussines Profile
PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia is the sole licensee of CDMA2000 1X technology at 450 MHz band in the country. Given its technology advantage, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia will first focus on offering telecommunication access to the previously underserved and underprivileged rural markets. Over the next two years, the company will have nationwide coverage, allowing the company to bridge the rural-urban communities. The company is headquartered in Jakarta, Indonesia and has regional offices in all provincial markets across the country.
Sampoerna Telekomunikasi Indonesia will utilize its expanded 450 MHz band CDMA2000 1X network to re-launch fixed wireless service under the new Ceria brand name. The Ceria service will be launched on March 1, 2006 in the province of Lampung, followed by a launch in the province of Bali a few weeks later.
Sampoerna Telekomunikasi Indonesia appeared in Indonesia telecommunication horizon after its acquisition of PT Mandala Selular Indonesia, the original licence holder of the 450 Mhz frequency. And Mandala Selular Indonesia it self become telecommunication player after its acquisition of PT Mobisel, one of several NMT (nordic mobile telephone) and AMPS operator. Currently only Mandala Selular Indonesia exist in 450 Mhz, the other NMT operator moved to CDMA 800 MHZ and together established Mobile-8 (PT Mobile-8 Telecom), one of CDMA 200 1X operators.
And as Mobisel since the beginning has a nation-wide operating licence, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia also hold licence to provide nation-wide CDMA 450 Mhz services.
On February 2006, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia signed agreement with Axesstel Inc (USA), a leader in the design and development of fixed wireless voice and broadband data products, to supply the company with its P450R and L450R fixed wireless phones. Axesstel is headquartered in San Diego, California, with a research and development center and manufacturing facilities in Seoul, South Korea ( www.axesstel.com ). (Endonesia.Biz)
Head of Sales and Marketing: Harry Santoso
Address:
Sampurna Strategic Square Tower A lt 18
Jln. Jenderal Sudirman Kav 45-46
Jakarta 12930
Tel: 021-577-0138
Untuk Info lebih lanjut silahkan hubungi Call Center Sampoerna Telekom :
021 7975888